Usai Bupati Nganjuk Terkena OTT KPK, Pemkab Nganjuk: Ruangan di BKD Disegel

- 10 Mei 2021, 11:40 WIB
Pemkab Nganjuk membenarkan ruangan di BKD yang disegel usai Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH) diduga terkena OTT KPK.
Pemkab Nganjuk membenarkan ruangan di BKD yang disegel usai Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH) diduga terkena OTT KPK. /nganjukkab.go.id

PR SOLORAYA – Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk angkat bicara usai Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH) diduga terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berkenaan dengan dugaan OTT KPK terhadap Bupati Nganjuk NRH tersebut, Pemkab Nganjuk menyatakan ada ruangan di Badan Keuangan Daerah (BKD) yang tengah disegel.

Belum lama ini muncul aksi OTT KPK diduga terhadap Bupati Nganjuk NRH, menurut Pemkab Nganjuk, pihaknya masih menunggu informasi resmi.

Baca Juga: PP Muhammadiyah Telah Tetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah, Idul Fitri akan Datang Kurang dari Tiga Hari Lagi

Ruangan tersebut adalah ruang sub bidang mutasi, terlihat ada garis polisi yang melintasi pintu ruangan tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) dan Protokol Pemkab Nganjuk Asti Widyartini di Nganjuk, Senin 10 Mei 2021.

"Ruangan di BKD yang disegel. Namun, kami juga masih menunggu informasi resmi," ujarnya dikutip PikiranRakyat-SoloRaya.com dari laman ANTARA.

Baca Juga: Tidak Main-main, Simak 8 Hadiah Mewah yang Diterima Idola K-Pop dari Penggemar

Meskipun begitu, aktivitas di Kantor Bupati Nganjuk tetap beralan seperti biasa kendati Bupati Nganjuk diduga terjaring OTT KPK.

Hal berbeda terjadi saat pandemi Covid-19, kini apel para pegawai ditiadakan namun para pegawai masuk seperti biasa.

"Nganjuk zona oranye jadi semua pegawai masuk seperti biasa. Kalau apel, semenjak pandemi tidak ada apel," ujarnya dia.

Baca Juga: Unggah Momen Borong Bipang, Akun Instagram Gubernur Khofifah Justru Tuai Pujian

Terkait kasus yang diduga menimpa Bupati Nganjuk, Asti Widyartin menyatakan hanya mengetahui hal itu meallui media daring.

Sementara itu Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi Agung Pratama belum memberikan konfirmasi saat ditanya pihak wartawan.

Kabar OTT ini dibenarkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron saat dikonfirmasi di Jakarta.

OTT ini diduga berkenaan dengan kasus lelang jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk, kegiatan itu terselenggara sebagai hasil kerja sama dengan Bareskrim Polri.***

Editor: Akhmad Jauhari

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah