Bea Cukai Musnahkan Puluhan Ribu Botol Miras, Negara Merugi Hingga Rp42 Miliar

2 Maret 2021, 14:37 WIB
Ilustrasi pemusnahan ribuan botol miras oleh Bea Cukai.* /ANTARA/Asep Fathulrahman

PR SOLORAYA - Direktorat Jendral Bea dan Cukai dengan didampingi oleh Kejaksaan Tinggi Banten dan juga KPU Tipe C Soekarno-Hatta memusnahkan puluhan ribu botol miras berbagai merek.

Pemusnahan puluhan ribu botol miras berbagai merek ini dilakukan pada Selasa, 2 Maret 2021 pagi tadi.

Kepala Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Banten, Aflah Farobi mengungkapkan bahwa pemusnahan puluhan ribu botol miras tersebut dilakukan di Lapangan Tempat Penimbunan Pabean (TPP) yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

Baca Juga: Virtual Police Lakukan Teguran Terhadap 21 Akun Media Sosial, Argo Yuwono: Provokasi Ya

Dilansir Pikiranrakyat-Soloraya.com dari PMJ News, selain pemusnahan puluhan ribu botol miras berbagai merek ini, pihaknya juga turut memusnahkan dua unit ponsel milik terdakwa bernama Ali dan Usman.

“Hari ini kami memusnahkan dua unit ponsel yang merupakan milik terdakwa bernama Ali dan Usman serta 43.727 botol atau setara dengan 32.350 liter minuman yang di dalamnya terdapat kandungan alkohol impor dari berbagai merek,” ungkap Aflah Farobi.

Secara keseluruhan, nilai dari puluhan ribu botol miras yang dimusnahkan ini mencapai Rp19,5 miliar, sementara kerugian yang dialami oleh negara sekitar Rp42,1 miliar.

Baca Juga: Reply 1988, Drama Nostalgia Paket Komplit ala Korea yang akan Tayang di Net TV

Tidak hanya miras ilegal, dalam agenda pemusnahan ini pihak Bea dan Cukai Banten juga turut memusnahkan 1.168.583 batang rokok.

Selain itu terdapat pula 127 botol liquid vape, dan 247 minuman beralkohol dari impor yang mana diperoleh dari periode waktu November 2020 hingga Januari 2021 yang turut dimusnahkan.

Barang-barang tersebut ditaksir bernilai Rp1,44 miliar, sementara kerugian negara mencapai Rp940 juta.

Baca Juga: Jokowi Resmi Cabut Perpres Izin Investasi Miras

Agenda pemusnahan barang-barang ilegal tersebut merupakan bentuk komitmen dari pihak Bea dan Cukai.

Pihak Bea dan Cukai sendiri akan terus menekan peredaran barang-barang ilegal dan juga barang larangan dan pembatasan (lartas), serta untuk mengamankan potensi penerimaan keuangan negara atas barang-barang tersebut.

“Yang kami lakukan ini adalah sebagai bentruk komitmen terhadap program Gempur Rokok Ilegal dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang Direktorat Jenderal Bea dan Cukai gaungkan terus menerus,” pungkasnya.***

Editor: Gracia Tanu Wijaya

Sumber: PMJ News

Tags

Terkini

Terpopuler