Sudah Tahu Sumbu Filosofi Yogyakarta? Kini Warisan Budaya Tersebut Diakui UNESCO

- 23 September 2023, 14:11 WIB
Ilustrasi sumbu filosofi Yogyakarta
Ilustrasi sumbu filosofi Yogyakarta /Instagram @kratonjogja

BERITASOLORAYA.com – Pembangunan Yogyakarta ternyata sudah dirancang oleh Sultan Hamengku Buwono I dengan menggunakan filosofi yang tinggi. Sultan Hamengku Buwono I menata kota Yogyakarta sesuai dengan sumbu imajiner yang disebut sumbu filosofi. Sumbu imajiner yang disebut sumbu filosofi ini membentang arah utara sampai selatan dengan keraton Yogyakarta sebagai titik pusatnya.

Sultan Hamengku Buwono I juga membangun tugu Golong-gilig (pal putih) pada sisi utara keraton dan Panggung Krapyak pada sisi selatannya.

Pembangunan antara tugu Golong-gilig, keraton Yogyakarta dan Panggung Krapyak ini membentuk satu garis imajiner yang lurus. Garis imajiner yang menghubungkan antara tugu Golong-gilig, keraton Yogyakarta dan Panggung Krapyak ini disebut sumbu filosofi.

Baca Juga: CEK SIMPATIKA, Ada Kabar Baik untuk 98.972 Guru Madrasah, Link Ada Di Sini...

Seperti informasi yang dihimpun oleh BeritaSoloRaya.com dari berbagai sumber pada 23 September 2023, ternyata sumbu filosofi Yogyakarta ini diakui oleh UNESCO. Bahkan kini sumbu filosofi imajiner ini menjadi warisan budaya oleh UNESCO.

Secara simbolis, sumbu imajiner ini melambangkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan (hablum min Allah), manusia dengan manusia (hablum min Annas) dan manusia dengan alam.

Hubungan dengan alam ini juga termasuk lima analisir elemental. Di antaranya yakni api (dahana) dari Gunung Merapi, tanah (bantala) dari bumi Yogyakarta, air (tirta) dari Laut Selatan, angin (maruta) dan akasa (ether).

Halaman:

Editor: Anbari Ghaliya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah