Dalam RUU ASN, Tenaga Honorer dengan Kriteria Ini dapat Langsung Pengangkatan. Siapa Saja? Lihat di Sini...

3 Januari 2023, 10:12 WIB
Ilustrasi tenaga honorer yang langsung pengangkatan dalam RUU ASN /dok. Menpan RB

BERITASOLORAYA.com – Rancangan Undang-undang tentang Aparatur Sipil Negara (RUU ASN) diketahui telah disetujui DPR RI untuk masuk dalam Prolegnas Prioritas di tahun 2023.

RUU ASN yang telah disetujui untuk masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tersebut adalah revisi dari UU No.5 tahun 2014.

RUU ASN tersebut menjadi salah satu dari 39 rancangan kebijakan yang akan dibahas oleh DPR RI untuk mendapatkan pengesahan sebelum dijalankan di Indonesia.

RUU ASN tersebut berisikan tentang aturan yang akan diterapkan terkait dengan nasib tenaga honorer di Indonesia, pegawai tidak tetap, pegawai tidak tetap non PNS, dan pegawai kontrak.

Baca Juga: Kabar Baik untuk Tenaga Honorer, Penerimaan CASN Tahun 2023 Dipastikan Tetap Dibuka oleh Pemerintah

Seperti yang tercantum dalam pasal 131A terdapat penjelasan tentang tenaga honorer yang merupakan salah satu jenis pegawai yang akan langsung diangkat menjadi PNS.

Namun yang dimaksudkan dalam pasal tersebut adalah tenaga honorer yang bekerja secara terus menerus dan pengangkatannya didasarkan pada SK yang rilis sampai 15 Januari 2014.

Terdapat batas usia pensiun yang juga perlu diperhatikan dalam pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS, sebagaimana tercantum dalam pasal 90.

Menurut pasal 131A ayat 1 dalam RUU ASN tersebut, yang dimaksudkan dengan tenaga honorer terdiri dari dua kategori, yaitu kategori I dan kategori II.

Baca Juga: BPOM Berikan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Comirnaty Children, Simak Penjelasannya untuk 2 Hal Ini!

1. Tenaga honorer yang tergolong kategori I adalah yang penghasilannya dibiayai oleh APBN atau APBD dengan kriteria seperti ini:

- Tenaga honorer yang pengangkatannya dilakukan oleh pejabat yang berwenang bekerja di instansi pemerintah;

- Tenaga honorer yang masa kerjanya minimal 1 tahun per tanggal 31 Desember 2005 dan sampai saat ini masih bekerja secara terus-menerus;

- Tenaga honorer yang berusia paling rendah 19 tahun dan tidak boleh lebih dari 46 tahun pada tanggal 1 Januari 2006.

2. Tenaga honorer yang tergolong kategori II adalah yang penghasilannya tidak dibiayai dari APBN atau APBD, dengan kriteria sebagai berikut:

- Tenaga honorer yang diangkat oleh pejabat berwenang bekerja di instansi pemerintah;

Baca Juga: Berdasarkan RUU ASN, Ini Jenis Jabatan Tenaga Honorer dan Pegawai Lainnya yang Akan Diangkat Jadi PNS

- Tenaga honorer yang masa kerjanya minimal 1 tahun per tanggal 31 Desember 2005 dan hingga sekarang masih bekerja secara terus menerus;

- Tenaga honorer yang berusia paling rendah atau batas minimal 19 tahun dan tidak boleh lebih dari 46 tahun pada tanggal 1 Januari 2006.

Demikian penjelasan tentang kriteria tenaga honorer yang dalam RUU ASN direncanakan dapat langsung pengangkatan sebagai PNS melalui proses verifikasi validasi.***

Editor: Rita Azlina

Sumber: dpr.go.id

Tags

Terkini

Terpopuler