BRICS dan SCO Perluas Keanggotaan, Rusia: Indonesia Punya Peran Penting

- 14 Maret 2023, 11:35 WIB
ndonesia turut terlibat untuk menjadi bagian dari BRICS dan SCO.
ndonesia turut terlibat untuk menjadi bagian dari BRICS dan SCO. /TV BRICS/

 

BERITASOLORAYA.com – Konflik yang melibatkan dua negara bertetangga Rusia dan Ukraina berbuntut perang dagang dunia.

Sejumlah negara dunia kini dilaporkan tengah berniat untuk menjadi mitra perdagangan Rusia dalam BRICS dan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).

Rusia dijatuhi sanksi ekonomi oleh Barat dan sekutunya akibat perang di Ukraina. Ternyata, dari sejumlah negara tersebut Indonesia turut terlibat untuk menjadi bagian dari BRICS dan SCO.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov mengungkapkan bahwa negara-negara yang berminat menjadi bagian dari BRICS dan SCO mempunyai peran penting di wilayah mereka.

Baca Juga: Seleksi Kompetensi PPPK 2022 Kemenag: Jadwal, Tata Tertib, Lokasi,Sanksi. Bisa Gagal Jadi ASN Jika Lakukan Ini

Negara-negara yang dimaksud antara lain, Turki, Meksiko, Indonesia, Argentina, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, serta sejumlah negara Afrika lainnya.

“Jumlah negara yang ingin bergabung dengan BRICS dan SCO dalam beberapa tahun terakhir meningkat pesat, sudah ada sekitar dua lusin negara,” ungkap Lavrov dalam keterangannya, dikutip BeritaSoloRaya.com dari BRICS TV pada Selasa 14 Maret 2023.

Lavrov juga mendesak wilayah Rusia untuk meningkatkan interaksi dengan organisasi-organisasi ini dan menekankan status tinggi BRICS dan SCO.

Baca Juga: Alhamdulillah, PNS Cuan Terus, Bakal Dapat 4 Bonus Ini di Bulan Ramadhan, Happy Banget...

Selain itu, Lavrov menyebutkan bahwa BRICS dan SCO sudah memiliki format yang ditujukan khusus untuk kerja sama antar provinsi di negara-negara anggota.

Sebelumnya, Wakil Afrika Selatan untuk BRICS, Anil Sooklal mengatakan bahwa para anggota asosiasi saat ini mulai menyusun kriteria untuk perluasan kelompok tersebut. Harapannya upaya tersebut sudah siap dalam tiga bulan ke depan.

Otoritas China mendukung rencana perluasan blok BRICS itu. Beijing mencatat bahwa kerja sama yang dilakukan negara-negara anggota di bidang keuangan, akan mempercepat pemulihan ekonomi domestik di negara-negara BRICS.

Baca Juga: HORE, Tunjangan Sertifikasi Guru Triwulan 1 Tahun 2023 Sudah Mulai Pencairan. Begini Perkembangannya...

BRICS berdiri pada 2009. Aliansi ini beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan merupakan aliansi yang merupakan rumah bagi lebih dari 40% populasi global, serta menyumbang hampir seperempat dari produk domestik bruto dunia.

Walau menjadi sebuah aliansi dagang, beberapa anggota BRICS mempunyai sikap yang sedikit berbeda terkait serangan Rusia ke Ukraina.

Terlepas dari itu, semua anggotanya masih belum memutuskan akses dagang dan perekonomian dengan Moskow.

Baca Juga: Kabar Gembira, Solusi Honorer Sudah Mencapai Final, MenpanRB Pastikan Tidak Ada Pemberhentian...

Tiga anggota BRICS yaitu China, Afrika Selatan, dan India memilih abstain dari pemungutan suara PBB untuk mengutuk serangan Rusia ke Ukraina.

China dan India diketahui memiliki hubungan militer yang kuat dengan Rusia, juga pengimpor sejumlah besar minyak dan gas Rusia.

Di sisi lain, Afrika Selatan juga menolak untuk mengutuk tindakan militer Rusia, demi menjaga hubungan ekonomi yang penting antar kedua negara.

Baca Juga: Molor, Jadwal Seleksi PPPK Guru Disesuaikan Hingga Bulan Mei, Simak Informasi Lengkapnya!

Untuk Brasil, mereka mendukung pemungutan suara PBB untuk mengutuk serangan Rusia ke Ukraina. Namun, Brasil juga sempat menegaskan penerapan sanksi sembarangan terhadap Rusia tak mengarah pada rekonstruksi dialog.

Sementara itu, SCO adalah aliansi dagang dan pertahanan yang beranggotakan China, Rusia India, dan beberapa kawasan Asia Tengah hingga Pegunungan Kaukasus.

SCO telah menjalin beberapa jenis kerja sama internasional, salah satunya bersama ASEAN.***

 

Editor: Syifa Alfi Wahyudi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x