Ingat, Guru Penggerak Lebih Mudah Sertifikasi, Cukup Lakukan Ini di PPG, Ada 2 Keuntungan Besar

- 2 Januari 2023, 21:27 WIB
inilah informasi guru penggerak mudah dapat sertifikasi dan akan mendapatkan dua keuntungan besar, resmi Kemdikbud
inilah informasi guru penggerak mudah dapat sertifikasi dan akan mendapatkan dua keuntungan besar, resmi Kemdikbud /tangkapan layar youtube.com/KEMENDIKBUD RI/youtube.com/KEMENDIKBUD RI

BERITASOLORAYA.com – Salah satu program Kemdikbud bagi guru untuk dapat mengembangkan profesinya adalah melalui program pendidikan guru penggerak atau PGP.

Banyak keuntungan yang didapat oleh guru yang mengikuti pendidikan guru penggerak mulai dari pelatihan hingga kemudahan dalam proses sertifikasi.

Lantas keuntungan apa saja yang akan didapat oleh guru penggerak? Simak artikel ini hingga akhir halaman, agar informasi yang didapat tidak terpotong.

Baca Juga: Mulai Ada Pembahasan Nasib Tenaga Honorer Jelang Isu Penghapusan Non ASN 2023, Hasilnya Cek Disini

Keuntungan Pertama

Berangkat dari program pendidikan guru penggerak, selain program pendidikan guru penggerak Kemdikbud juga memiliki program PPG bagi guru dalam jabatan.

PPG dalam jabatan dilaksanakan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan guru sertifikasi yang dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat pendidik bagi yang telah mengikuti hingga tahap akhir.

Sebagaimana PP terbaru mengenai PPG dalam jabatan yakni Permendikbud Nomor 54 Tahun 2022 menerangkan beberapa pasal yang menyebutkan keuntungan bagi guru penggerak.

Baca Juga: Ingin Sertifikasi Guru 2023 Tapi Baru Mengajar 3 Tahun, Apakah Bisa? Ini Jawaban Kemdikbud

Pada pasal 5 dalam PP tersebut, disebutkan bahwa guru yang memiliki sertifikat guru penggerak merupakan salah satu peserta pada PPG dalam jabatan.

Untuk dapat menyelesaikan PPG dalam jabatan, guru akan mendapatkan beban belajar sebanyak 36 SKS.

Bagi guru yang memiliki sertifikat guru penggerak, tidak perlu lagi menempuh 36 SKS. Hal ini sesuai dengan pasal 16.

Peserta PPG dalam jabatan yang memiliki sertifikat guru penggerak akan langsung mendapatkan rekognisi pembelajaran lampau atau penyetaraan dengan 36 SKS tersebut.

Baca Juga: Polemik RUU Sisdiknas Masih Berlanjut. Mengapa Pengesahannya Penting? Kemdikbud Beri Alasan Ini...

Itu berarti guru penggerak akan mendapatkan keuntungan untuk tidak mendapatkan beban belajar 36 SKS pada PPG dalam jabatan yang dilaluinya.

Pada Permendikbud Nomor 54 Tahun 2022 pasal 24 ayat a, diterangkan bahwa guru yang memiliki sertifikat guru penggerak tidak menempuh pembelajaran sebagaimana ditempuh peserta PPG dalam jabatan.

Keuntungan Kedua

Keuntungan lain yang diperoleh guru penggerak yaitu tidak perlu mengikuti uji komprehensif.

Baca Juga: Sisa 4 Hari Lagi, Seleksi Penerimaan PPPK Tenaga Teknis di Kementerian PUPR, Cek Persyaratan Selengkapnya

Itu tandanya guru penggerak akan tetap mendapatkan prasyarat untuk bisa mengikuti praktik pengalaman lapangan atau PPL meski tidak mengikuti uji komprehensif.

Lantas, hal apa saja yang mesti ditempuh oleh guru penggerak saat mengikuti PPG dalam jabatan?

1.Guru penggerak diharuskan melaporkan tugas yang telah dibuat pada saat menempuh pendidikan guru penggerak. Hal tersebut sebagaimana tercantum pada pasal 42 ayat b.

Baca Juga: Jelang Penghapusan, Berikut Solusi bagi Tenaga Honorer di Tahun 2023, Bisa Jadi ASN?

  1. Guru penggerak diharuskan mengikuti uji kompetensi.

Adapun dalam pelaksanaannya, uji kompetensi ini dilakukan pasca guru penggerak selesai melaksanakan PPL.

Ujian pengetahuan yang akan dilalui adalah uji kinerja dan uji pengetahuan.

  1. Guru penggerak yang telah dinyatakan lulus pada uji kompetensi sebagaimana dimaksud pada poin 2, maka akan memperoleh sertifikat pendidik yang diterbitkan oleh LPTK.

Baca Juga: Kesejahteraan Tenaga Honorer Masih Diperjuangkan, KRPI : 3 Rekomendasi untuk Perbaikan Nasib Rakyat Pekerja

Semoga informasi yang disampaikan ini bermanfaat.***

 

Editor: Kamaludin

Sumber: JDIH Kemdikbud


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x